141. Arrogant Frog

This time, this blog will tell you about the importance of an experience. Extensive knowledge and science that many, is in need to keep away from trickery. Neither deceit of others, or of self-deceit resulting in a sense of arrogant and stubborn. Due to the nature arrogant and stubborn, can result in harm in the future. As the following fairytale ..

Once upon a time, there was a small pond at the edge of a forest. Swimming is very hidden because surrounded grass and weeds are quite high and dense. Only can be seen clearly from space alone. In this pool, there is a frog kingdom. Inhabited by hundreds of frogs that are in one place. Each year, in the kingdom held a wrestling match to determine the strongest degree. And each year the winner was the first prince who always contribute in the wrestling tournament.

The king had three children. And three are men, they are a prince who would be the heir to the throne. Since the third born prince grew and grew up in the pool. They have not been peddling foot to the outside world, the world beyond the lush grass and weeds. As they had done before the tournament, the tournament was won also by the first prince. It creates a sense of continuous arrogant flourish over time. He became very arrogant, and felt he was invincible creatures in this world. Because of all this, no one should be able to counter his power, what else beat.

Of course vanity makes people be hated. Because he's always showing off the power and challenge those they encounter, as he believes, he was invincible. Until one day when she was pensive bored at the edge of the pool, he accidentally saw a bird that flew over the pool area. "Wow .. what creature it? How could he have drifted so? Ah, if I could go there and make it as a waiter, surely all creatures here will be very respectful of me .. Hahaha". The frog prince thought naively. But to catch the bird, he should get out of the pool area and penetrate the thick grass and weeds, it is a completely foreign area yet never visited. But who says he's vanity strongest creature, making him keep pace.

While on the trip, he met with crickets were eating grass. The frog prince arrogantly asked the crickets. "Hi weak creature useless, you know where the exit of a thick thatch of this?". Asked the prince. Feeling himself in the call, cricket was turned toward the voice. But as soon as he saw a frog standing proud, crickets it immediately burst out laughing. As it turns out who called him weak is a frog that was much weaker than himself. Feeling not getting a response, the frog was gone on his way. "Basic being crazy ..". Grumbled the frog prince.

Along the way, the arrogant frog met with grasshoppers, snails, millipedes and also animals. The frog asked all the animals with a cavalier attitude and the same questions as in cricket, of course, with an air of self-styled champion and degrading. And even then the reaction animals together, they laugh at the frog arrogant. And the frog back pass.

But, in the end the frog facing the wretched fate. When he accidentally pass a sleeping snake. Boastfully he kicked the snake to wake and ask him. Damn .. Snakes who feel disturbed because of sleep disturbed, and anger arises when looking at a frog who dare to kick him and called him by being weak. The snake immediately grabbed the frog prince, and finally the arrogant prince frog was eaten snake. Well, sometimes .. Knowledge is in need to survive. Like the frog in the shell, only have limited knowledge to make him arrogant ..

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Kali ini, blog ini akan bercerita tentang pentingnya sebuah pengalaman. Pengetahuan yang luas serta ilmu yang banyak, sangat di butuhkan untuk menjaga diri dari tipu daya. Baik tipu daya dari orang lain, atau tipu daya dari diri sendiri yang berakibat pada rasa sombong dan keras kepala. Karena sifat sombong dan keras kepala, dapat berakibat celaka di kemudian hari. Seperti dongeng berikut ini..

Dahulu kala, ada sebuah kolam kecil di pinggir sebuah hutan. Kolam ini sangat tersembunyi karena di kelilingi rumput dan ilalang yang cukup tinggi dan lebat. Hanya dapat di lihat dengan jelas dari angkasa saja. Di kolam ini, terdapat sebuah kerajaan katak. Dihuni hingga ratusan katak yang berada dalam satu tempat. Tiap tahun, di kerajaan itu diadakan pertandingan gulat untuk menentukan gelar terkuat. Dan tiap tahun yang menjadi pemenang adalah pangeran pertama yang selalu andil dalam turnamen gulat itu.

Sang raja memiliki tiga orang anak. Dan ketiganya adalah lelaki, mereka adalah pangeran yang akan menjadi pewaris tahta kerajaan itu. Semenjak lahir ketiga pangeran itu tumbuh dan besar di kolam itu. Mereka sama sekali belum pernah menjajakan kaki ke dunia luar, dunia di balik rimbunya rumput dan ilalang. Sebagaimana turnamen yang sudah-sudah, turnamen kali ini dimenangkan juga oleh pangeran pertama. Hal tersebut menumbuhkan rasa sombong yang terus menerus tumbuh subur seiring waktu. Dia menjadi sangat angkuh, dan merasa dia adalah mahluk tak terkalahkan di dunia ini. Karena selama ini, tak ada satupun yang mampu menandingi kekuatannya, apa lagi mengalahkannya.

Tentu saja sifat sombongnya membuat para rakyatnya menjadi membencinya. Karena dia selalu memamerkan kekuatan dan menantang siapa saja yang di temuinya, karena dia yakin, dia tak terkalahkan. Hingga pada suatu hari ketika dia termenung bosan di pinggir kolam, secara tak sengaja dia melihat ada burung yang terbang melintas di atas kawasan kolam itu. "Wah.. Mahluk apa itu? Bagaimana caranya dia bisa melayang begitu? Ah, andai aku bisa menaikinya dan menjadikannya sebagai pelayan, pasti semua mahluk di sini akan sangat menghormati ku.. Hahaha ". Fikir pangeran katak itu dengan naif. Tapi untuk mengejar burung itu, dia harus keluar dari area kolam dan menembus rimbunnya rumput dan ilalang, itu adalah kawasan asing yang sama sekali belum pernah di masukinya. Tapi sifat sombongnya yang mengatakan dia mahluk terkuat, membuat dirinya tetap melangkah.

Ketika di perjalanan, dia bertemu dengan jangkrik yang tengah makan rumput. Dengan angkuhnya pangeran katak itu bertanya pada jangkrik itu. "Hai mahluk lemah tak berguna, kau tahu kemana jalan keluar dari lebatnya ilalang ini?". Tanya pangeran itu. Merasa dirinya di panggil, jangkrik pun menoleh ke arah suara itu. Tapi begitu dia melihat katak yang tengah berdiri angkuh, jangkrik itu seketika tertawa terbahak-bahak. Karena ternyata yang memanggilnya dengan sebutan lemah adalah seekor katak yang tak jauh lebih lemah dari dirinya. Merasa tak mendapat respon, sang katak pun berlalu melanjutkan perjalananya. " Dasar mahluk gila..". Gerutu pangeran katak itu.

Disepanjang jalan, katak yang sombong itu bertemu dengan belalang, keong, dan juga hewan kaki seribu. Katak itu bertanya pada semua hewan itu dengan sikap angkuh dan pertanyaan yang sama seperti pada jangkrik, tentunya dengan lagak sok jago dan merendahkan. Dan reaksi hewan-hewan itupun sama, mereka menertawakan si katak yang sombong itu. Dan katak itu kembali berlalu.

Tapi, pada ahirnya katak itu menghadapi nasib yang celaka. Ketika tak sengaja dia melewati seekor ular yang sedang tidur. Dengan sombongnya dia menendang ular itu untuk membangunkan dan bertanya padanya. Sial.. Ular yang merasa terusik karena waktu tidurnya diganggu, serta amarahnya timbul ketika melihat seekor katak yang berani menendang dia dan menjulukinya dengan mahluk lemah. Seketika ular itu langsung menyambar sang pangeran katak, dan ahirnya pangeran katak yang sombong itu mati dimakan ular. Nah, terkadang.. Pengetahuan sangat di butuhkan untuk mampu bertahan hidup. Ibarat katak dalam tempurung, hanya memiliki pengetahuan terbatas hingga membuat dirinya sombong..