** Translate **

142. Cristal Ball - Bola Kristal



Once upon a time, there was a witch woman who has three children who love each other with each other as brothers, but the old witch woman does not trust his own son, and thought that her three children wanted to steal her powers. The witch then transform into an eagle eldest son, who was forced to live in the rocky mountains, and are often seen flying in the sky.  


Second, bewitched so that turned into a whale that lives in the deep ocean, and sometimes visible on the sea surface ejects a large fountain in the air. Both of these children each still can transform into a human for two hours every day. A third son, for fear that this witch mother would turn it into a beast, secretly left his mother.


At that time, in the center of the kingdom, he heard the news about a king's daughter who bewitched and imprisoned in the palace of the sun, is awaiting the arrival of aid. Those who try to free the princess, risking their lives for the task to save the princess is not easy. Already dozens of people who tried but failed, and now no one dared to rescue the princess again.

The Third Son strengthen his heart to try to rescue the princess. He then traveled to seek the sun palace in a long time without being able to find it.

One time, he arrived accidentally in a large forest and got lost. Suddenly he saw from a distance, the two giants who waved their hands to him, and when he came to the giant, they said,

"We were arguing about a hat, who among us has the right to have it, because we're both strong, none of us are more powerful than others. Human little smarter than us, therefore, we leave the decision to you."

"How can you fight just because an old hat?" Third Son said.

"You do not understand the magic of the hat! It is a hat that can give it to us. Anyone who wear them, and hope to go to any place he wants, in an instant he would arrive at the place."

"Give me the cap," said the third son, "I will stand there, when I call you, you should be raced, and this cap will belong to the person who is first to arrive there." He then put on the hat and walked away, and as it goes, the third son to think about the Princess, forgetting the giants and move on. Finally he sighed to himself and sad, "Ah, if only I could have arrived at the palace of the sun," suddenly the third son had a mountain high standing right in front of the gate of the palace sun.

He then entered and checked all the rooms, the time until the last room he found the king's daughter. But how shocked he was when he saw the face of the princess. His face was pale gray wrinkled, myopic eyes, and red hair."

Are you the king's daughter, whose beauty is famous all over the world praise? "He asked.

"Ah," he said, "this is not my true form, the human eye can only see me in such a bad state this, but you might be able to see my true form, see through this mirror, because this mirror will not go wrong and will display I face the truth."

He then gave her a mirror that in her hands, and when the third son saw a shadow in the mirror, he saw the face of the most beautiful in all corners of the world, and he also saw the rolling teardrop on the cheek of the Princess.

Then the third son asked, "How can you exempt? I'm not afraid of distress.

Magical crystal ball, the princess said, "He who gets the crystal ball, and held it presented to the witch, would destroy the power of his magic with the crystal ball, and I will return to my true form." Ah, "he added," so many have tried and failed, you are so young, I was very sad when you have to face the danger is so great."

"No one can stop me," said the son Third, "try to tell me what I should do."

"You have to know everything," said the Princess, "when you're down the mountain where the castle stands, you will find a wild bull near a spring, and you have to fight with the bull, and if you can kill him, a bird fiery would appear that carries a burning egg, and a crystal ball located inside the egg. The bird was not going to let the eggs apart unless forced to do so, and when the eggs fall to the ground, all of them will ignite and burn all something which is close to the egg, and the crystal ball all your problems will be solved."

The young man then went to the spring, where a wild bull snorted and shouted angrily at him. After a long struggle, the third son managed to thrust his sword into the animal's body finally fell dead. In that instant, a bird of fire appeared and was about to fly, but the brother of the Third Son transformed into an eagle, swooping down, chasing birds such fire to the sea, and struck with his beak to the Birds of Fire release an egg in his hand. The eggs do not fall into the sea, but to a fishing hut which stood on the shore and the hut caught fire immediately. Then suddenly came the sea waves as high as houses, crashing the hut until all fire be extinguished. Apparently, another brother of the Third Son into whales, which have encouraged and created a wave of the sea. When the fire was extinguished, the third son looking for the eggs and be very happy when he found it. The egg shell is cracked and broken due to the heat that suddenly turned cold when splashed with water, so that the crystal ball in it may be taken by the Third Son.

When the third son and go up to the Witch and held up the crystal ball in front of him, the Witch said, "I have destroyed the magic power, and starting from this moment, it is you who became king in the palace of the sun. With a crystal ball that well, you have restore the shape of your brothers to the human form as before."

The third son was rushed to the Princess, and when he entered the room, he found the princess stood there with all its beauty and beauty, and soon, they also get married and live happily forever.


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Dahulu kala, ada seorang wanita penyihir yang memiliki tiga anak yang saling menyayangi antara satu dengan yang lainnya sebagai saudara, tetapi wanita penyihir tua itu tidak mempercayai anaknya sendiri, dan berpikir bahwa ketiga anaknya ingin mencuri kekuatan darinya. 

Penyihir itu lalu mengubah anak sulungnya menjadi burung elang, yang terpaksa tinggal di pegunungan berbatu, dan sering terlihat terbang melayang di langit. Yang kedua, disihir sehingga berubah menjadi seekor ikan paus yang hidup di laut dalam, dan terkadang terlihat di permukaan laut menyemburkan sebuah pancuran air yang besar di udara. Kedua anak ini masing-masing masih bisa berubah bentuk menjadi manusia selama dua jam setiap hari. Anak yang ketiga, karena takut bahwa ibunya yang penyihir ini akan mengubahnya menjadi seekor binatang buas, dengan diam-diam pergi meninggalkan ibunya.


Saat itu, di pusat kerajaan, dia mendengar berita tentang seorang putri Raja yang disihir dan dipenjarakan di istana matahari, sedang menanti datangnya pertolongan. Mereka yang mencoba membebaskan sang Putri, mempertaruhkan nyawa mereka karena tugas untuk menyelamatkan sang Putri tidaklah mudah. Sudah puluhan orang yang mencoba tetapi gagal, dan sekarang tidak ada orang yang berani untuk menyelamatkan sang Putri lagi.


Si Putra Ketiga menguatkan hatinya untuk mencoba menyelamatkan sang Putri. Dia lalu melakukan perjalanan untuk mencari istana matahari itu dalam waktu yang cukup lama tanpa bisa menemukannya.


Suatu ketika, dia tiba tanpa sengaja di sebuah hutan yang besar dan tersesat. Tiba-tiba dia melihat dari kejauhan, dua raksasa yang melambaikan tangan mereka kepadanya, dan ketika dia datang kepada raksasa tersebut, mereka berkata,


"Kami bertengkar mengenai sebuah topi, siapa diantara kami yang berhak memilikinya, karena kami berdua sama kuatnya, tak ada satupun di antara kami yang lebih kuat dibandingkan yang lain. Manusia kecil lebih pandai dari kami, karena itu, kami menyerahkan keputusan kepada mu."


"Bagaimana kamu bisa bertengkar hanya karena sebuah topi tua?" kata si Putra Ketiga.


"Kamu tidak mengerti keajaiban topi itu! Itu adalah topi yang bisa mengabulkan keinginan kita. Siapapun yang memakainya, dan berharap untuk pergi ke tempat manapun dia mau, dalam sekejap dia akan tiba di tempat tersebut."


"Berikanlah topi itu kepadaku," kata si Putra Ketiga, "Saya akan berdiri di sana, ketika saya memanggil kalian, kalian harus berlomba lari, dan topi ini akan menjadi milik orang yang lebih duluan tiba di sana." Dia lalu memakai topi tersebut lalu berjalan pergi, dan saat berjalan, si Putra Ketiga berpikir tentang sang Putri, melupakan para raksasa dan berjalan terus. Akhirnya dia mendesah dalam hatinya dan bersedih, "Ah, jika saja saya bisa tiba di istana matahari," tiba-tiba si Putra Ketiga sudah berdiri disebuah gunung yang tinggi tepat di depan pintu gerbang istana matahari.


Dia lalu masuk dan memeriksa semua kamar, saat sampai pada kamar terakhir dia menemukan putri Raja. Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat wajah sang Putri. Wajahnya pucat abu-abu penuh keriput, mata rabun, dan berambut merah."


Apakah kamu adalah putri raja, yang kecantikannya terkenal di seluruh pujian dunia?" tanyanya.


"Ah," jawabnya," ini bukan bentuk saya yang sebenarnya, mata manusia hanya bisa melihat saya dalam keadaan buruk rupa ini, tetapi kamu mungkin bisa melihat bentuk saya yang sebenarnya, lihat melalui cermin ini, karena cermin ini tidak akan salah dan akan menampilkan wajah saya yang sebenarnya."


Dia lalu memberinya cermin yang di pegangnya, dan saat si Putra Ketiga melihat bayangan di dalam cermin, dilihatnya wajah yang paling cantik di seluruh penjuru dunia, dan dia juga melihat butiran air mata yang bergulir di pipi sang Putri.


Lalu si Putra Ketiga bertanya, "Bagaimana kamu dapat dibebaskan ? Aku tidak takut akan marabahaya.


Bola kristal ajaib, Sang Putri berkata, "Dia yang mendapatkan bola kristal, dan mengacungkannya kehadapan penyihir, akan menghancurkan kekuatan sihirnya dengan bola kristal itu, dan saya akan kembali ke bentuk sejati saya. "Ah," dia menambahkan, "sudah banyak yang mencoba dan gagal, kamu begitu muda, saya sangat sedih karena kamu harus menghadapi bahaya yang begitu besar."


"Tidak ada yang bisa mencegah saya," kata si Putra Ketiga, "coba katakan padaku apa saja yang harus kulakukan."


"Kamu harus tahu semuanya," kata sang Putri," ketika kamu menuruni gunung di mana istana ini berdiri, kamu akan menemukan seekor banteng liar di dekat sebuah mata air, dan kamu harus berkelahi dengan banteng itu, dan jika kamu bisa membunuhnya, seekor burung yang berapi-api akan muncul yang membawa sebuah telur yang membara, dan sebuah bola kristal terletak di dalam telur tersebut. Burung itu tidak akan membiarkan telur tersebut terlepas kecuali dipaksa untuk melakukannya, dan saat telur itu jatuh ke tanah, semuanya akan menyala dan membakar segala sesuatu yang berada dekat telur tersebut, dan dengan bola kristal semua masalahmu akan terselesaikan."


Pemuda itu lalu pergi ke mata air, di mana seekor banteng liar mendengus dan berteriak marah padanya. Setelah melalui perjuangan yang panjang, si Putra Ketiga berhasil menusukkan pedangnya ke tubuh hewan itu yang akhirnya jatuh mati. Seketika itu juga, seekor burung api muncul dan hendak terbang, tapi kakak si Putra Ketiga yang berubah bentuk menjadi elang, menukik turun, mengejar burung api tersebut sampai ke laut, dan memukul dengan paruhnya sampai sang Burung Api melepaskan telur yang dipegangnya.


Telur tersebut tidak jatuh ke laut, tetapi ke sebuah gubuk nelayan yang berdiri di tepi pantai dan gubuk itu langsung terbakar api. Lalu tiba-tiba muncullah gelombang laut setinggi rumah, menerjang gubuk tersebut hingga seluruh api menjadi padam. Ternyata, saudara lain si Putra Ketiga yang menjadi ikan paus, yang telah mendorong dan menciptakan gelombang laut tersebut. Ketika api itu padam, si Putra Ketiga mencari telur itu dan menjadi sangat bahagia saat menemukannya. Kulit telur tersebut menjadi retak dan pecah akibat suhu panas yang tiba-tiba berubah menjadi dingin saat tersiram air, sehingga bola kristal di dalamnya dapat diambil oleh si Putra Ketiga.


Ketika si Putra Ketiga pergi menghadap ke si Penyihir dan mengacungkan bola kristal itu di hadapannya, si Penyihir berkata, "kekuatan sihir saya telah hancur, dan mulai dari saat ini, kamulah yang menjadi raja di istana matahari. Dengan bola kristal itu juga, kamu telah mengembalikan bentuk saudara-saudara-mu ke bentuk manusia seperti semula."


Si Putra Ketiga pun bergegas menemui sang Putri, dan ketika dia memasuki ruangan, dia mendapati sang Putri berdiri di sana dengan segala kecantikan dan keindahannya, dan tidak lama, merekapun menikah dan hidup berbahagia selamanya.