** Translate **

136. Petani yang Baik Hati - Kindly Farmer



In a village, there lived an old farmer. Mr. farmer lived alone and very poor, his clothes and his house is filled with patches made of wooden huts.


Winter has arrived, Mr. Farmer did not have the food, nor do they have firewood to warm themselves, so today Mr. Farmer was about to go to the market to look for a job. When out of the house, he saw there was an egg lying on the snowy ground. Carefully picked up the eggs and brought into the house. Mr. Farmer wrap the egg with a rag and put it in a box to keep warm. After that he went to the market to work.


Mr. Farmer made it into a warm egg every day until the eggs hatch. It turns out that eggs are eggs Seagull, the parent may drop when they wanted to move to a warmer place. Mr. Farmers small Seagull treating it with great affection. He always divide any food he got from working in the market. When should leave it alone Seagull, Mr. Farmer will be put in a box and lit the fireplace in order to keep warm Seagull.


The days passed, little seagull grow larger. Mr. Farmer aware, the Seagull is not always going to stay with him. With tears in his eyes, Mr. Farmer Seagull releasing it in order to go to the South, to a warm place.


One day, Mr. Farmer was lying sick with cold, he had no money to buy medicine, firewood and food.


Tok .. tok .. tok., the sound of the door of the house of Mr Farmer. It turns out that the Seagull back, there is a halving of the seed plants. Mr. Farmer was surprised Seagull still remember it, he let it go in the Seagull and gave him drink. Glancing seeds carried by birds gulls, Mr. Farmer was wondering if this seed? Can I plant it in the middle of the winter? he wondered.


Seagull out of the house of Mr Farmer, make a hole in the yard and Mr. Farmers planted the seed. When the dusk Seagull was going to leave Mr. Farmer.


The next day, a miracle occurred, Seagull planted seed grow into a full tree with fruit in just one day!!!! Mr. Farmer was very surprised to see it. Because hungry, Mr. Farmer eat the fruit of the tree. Magically, the body becomes stronger and he does not feel pain. Due to of its magic, Mr Farmer called the Tree of Trees god, because the fruit can make Mr. Farmer became healthy again.


Mr. Farmer took care of the tree well. Despite the winter, the tree continues to bear fruit and do not become dry. Mr. Farmer was selling fruit and earn a lot of money. Now Mr. Farmer is no longer cold and hunger. Even so, Mr. Farmer remain generous, he remembered that he had received what now is the fruit of his sincerity to help their fellow human beings.


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = 


Di suatu desa, hiduplah seorang petani yang sudah tua. Petani ini hidup seorang diri dan sangat miskin, pakaiannya penuh dengan tambalan dan rumahnya terbuat dari gubuk kayu.


Musim dingin sudah tiba, Pak Petani tidak punya makanan, juga tidak mempunyai kayu bakar untuk menghangatkan diri, jadi hari ini Pak Petani hendak pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan. Ketika keluar dari rumah, dilihatnya ada sebutir telur tergeletak diatas tanah bersalju. Dengan hati-hati dipungutnya telur tersebut dan dibawanya ke dalam rumah. Pak Petani menyelimuti telur itu dengan kain lusuh dan meletakkannya di dalam kardus agar tetap hangat. Setelah itu dia pergi ke pasar untuk bekerja.


Pak Petani membuat telur itu menjadi hangat setiap hari sampai telur itu menetas. Ternyata telur itu adalah telur Burung Camar, mungkin induknya menjatuhkannya ketika hendak pindah ke tempat yang lebih hangat. Pak Petani merawat Burung Camar kecil itu dengan penuh kasih sayang. Dia selalu membagi setiap makanan yang diperolehnya dari bekerja di pasar. Ketika harus meninggalkan Burung Camar itu sendirian, Pak Petani akan meletakkannya di dalam kardus dan menyalakan perapian agar Burung Camar tetap hangat.


Hari-hari berlalu, Burung camar kecil tumbuh semakin besar. Pak Petani sadar, Burung Camar ini tidak selamanya akan tinggal bersama dirinya. Dengan berlinang air mata, Pak Petani melepaskan Burung Camar itu agar pergi ke Selatan, ke tempat yang hangat.


Suatu hari, Pak Petani terbaring sakit karena kedinginan, dia tidak punya uang untuk membeli obat, kayu bakar dan makanan.


Tok.. tok.. tok., terdengar suara dari pintu rumah Pak Petani. Ternyata Burung Camar itu kembali, diparuhnya terdapat benih tanaman. Pak Petani heran Burung Camar itu masih mengingatnya, dibiarkannya Burung Camar itu masuk dan memberinya minum. Sambil memandang benih yang dibawa oleh burung Camar, Pak Petani bertanya-tanya benih apakah ini ? dapatkah aku menanamnya di tengah musim dingin ini ? tanyanya dalam hati.


Burung Camar keluar dari rumah Pak Petani, membuat lubang di halaman rumah Pak Petani lalu menanam benih itu. Ketika hari menjelang senja Burung Camar itu pergi meninggalkan Pak Petani.


Esok harinya, keajaiban terjadi, benih yang ditanam Burung Camar tumbuh menjadi Pohon lengkap dengan buahnya hanya dalam sehari !!!! Pak Petani sangat terkejut melihatnya. Karena lapar, Pak Petani memakan buah pohon itu. Ajaib, tubuhnya menjadi kuat dan dia tidak merasa sakit. Karena keajaibannya, Pak Petani menamakan Pohon itu Pohon Dewa, karena buahnya dapat membuat Pak Petani menjadi sehat kembali.


Pak Petani merawat pohon itu dengan baik. Meskipun musim dingin, pohon itu terus berbuah dan tidak menjadi kering. Pak Petani menjual buah itu dan mendapatkan banyak uang. Sekarang Pak Petani tidak lagi kedinginan dan kelaparan. Meskipun demikian, Pak Petani tetap murah hati, dia ingat bahwa apa yang diterimanya sekarang adalah buah dari ketulusannya menolong sesama makhluk hidup.