Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia....

135. Kisah Tikus dan Buaya - The Story of Mice and Crocodiles

Crocodile is very arrogant, because he felt the strongest, biggest and most ferocious if it is located near the river. All his enemies are very scared to be around the river. Narrated also a mouse that was feeding near the river. Because Mice rely on mouth to feed, to the extent that he did not know that was close to the crocodile that was resting on the edge of the river.


"Hey ... how dare you approach me who was taking a nap!", Snapped the crocodile to the Mice. The Mice are very shocked when it collided with a very creepy crocodile snout it.


"Oh ... sorry Mr. Crocodile, I do not know if I hit you are take a rest", the Mice was very scared and shivering with fear because.


"Do not you know, if I was the most frightening thing here? Ha ..!, Returning the Mice scare the Crocodile."


Forgive me Mr. Crocodile, I will go from here, do not you eat me", Mice pleaded to the Crocodile.


"Hahahahaahahaha .....", the crocodile burst out laughing to hear the words of the Mice.


"Eat you ...?, I can't eat you ! Your body is very small and can not make me satisfied. Behold I am the most vicious creatures and do not need any help, because I'm the greatest thing and have sharp teeth, big all my food and swallow one bite instantly alive, you understand ? The alligator reinforce its position before the existence of the Mice.


"Well I'm going to go, but before you go please allow me to help you and serve you" begged the Mouse to the Crocodile.


Return the crocodile burst out laughing at these words Mice who wants to serve the Crocodile inflicted gunshot.


"Hahaha ... what do you Mice? Foraging course you are incompetent, are there going, I do not need your help, let's go before I change my mind and eat you..!"


The Mice then scampered left him angry crocodile began. After running away the Mice then feel tired and trying to rest near a tree. Soon he heard a sound like asking for help from the river.


He tried to approach the voice, apparently the crocodile being caught by nets were installed by the hunter, the Mice gnawing directly help with the nets crocodile and the crocodile was finally released from the trap nets earlier.


The Crocodiles like to thank and apologize to the Mice, although a small body, it can help the Mice out of the nets trap crocodile hunter who wants to catch him.


"Thank ya Mice, you are a boon once helped me out of the hunter's net, somehow if there is no you, I may now be taken by the hunters", the crocodile finally grateful to the Mice who had helped him escape themselves from the trap hunter


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = 


Adalah seekor buaya yang sangat sombong, karena dia merasa paling kuat, paling besar serta paling ganas jika sedang berada dekat sungai. Semua musuh-musuhnya sangat takut jika berada di dekat sungai. Dikisahkan juga seekor tikus yang sedang mencari makan di dekat sungai. Karena tikus mengandalkan mulutnya untuk mencari makan, sampai-sampai ia tidak tahu kalau berada dekat buaya yang sedang beristirahat di pinggir sungai.



"Hei...berani sekali engkau mendekati aku yang sedang tidur siang!", hardik sang Buaya kepada si Tikus. Si Tikus sangat kaget sekali ketika bertabrakan dengan moncong buaya yang sangat menyeramkan itu.


"Oh...mohon maaf tuan Buaya, aku tidak tahu kalau aku menabrak dirimu yang sedang istirahat", si Tikus sangat takut dan tubuhnya menggigil karena saking takutnya.


"Apakah kau tidak tahu, kalau aku adalah makhluk yang paling menakutkan disini? ha..!, kembali sang Buaya menakuti si tikus. "Maafkan hamba tuan Buaya, Hamba akan pergi dari sini, jangan kau makan diri hamba yang sangat kecil ini", pinta si Tikus kepada Buaya.


"Hahahahaahahaha.....", sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan si Tikus. "Memakanmu...?, mana bisa aku memakanmu?, tubuh mu sangat kecil dan tidak bisa membuatku kenyang. Ketahuilah aku adalah makhluk yang paling ganas dan tidak butuh pertolongan siapapun, karena aku makhluk yang paling besar dan mempunyai gigi-gigi yang tajam, makananku semuanya besar-besar dan sekali gigit langsung kutelan hidup-hidup, mengerti kau tikus?". Kali ini buaya mempertegas keberadaan posisinya dihadapan si Tikus.


"Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum pergi perkenankan aku untuk menolongmu dan melayanimu wahai tuan Buaya" pinta si Tikus kepada sang Buaya.


Kembali sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan si Tikus yang ingin melayani sang Buaya akibat perbuatannya. "Hahaha...tikus kau bisa apa?, mencari makan saja kau tidak becus, sudah sana pergi, aku tidak butuh bantuanmu, cepat pergi sebelum aku berubah pikiran dan memakanmu..!"


Si Tikus kemudian lari terbirit-birit meninggalkan buaya yang mulai marah kepadanya. Setelah berlari jauh si tikus kemudian merasa lelah dan mencoba beristirahat dekat sebuah pohon. Tak lama kemudian dia mendengar suara seperti meminta pertolongan dari arah sungai.


Ia mencoba mendekati suara itu, ternyata si Buaya sedang terperangkap oleh jala yang dipasang oleh pemburu, si Tikus langsung menolong buaya dengan menggerogoti jala itu dan akhirnya si Buaya pun terlepas dari perangkap jala tadi.


Sang Buaya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada si Tikus, walau tubuhnya kecil, ternyata si Tikus bisa menolong sang Buaya keluar dari jala perangkap pemburu yang ingin menangkapnya.


"Terima kasih ya Tikus, kau sangat berjasa sekali menolong aku keluar dari jala si pemburu itu, entah bagaimana kalau tidak ada kamu, aku mungkin sekarang sudah dibawa oleh pemburu-pemburu itu", sang Buaya akhirnya berterima kasih kepada si Tikus yang telah membantunya meloloskan diri dari perangkap pemburu.