** Translate **

104. Raksasa yang Egois - The Selfish Giant

Once upon a time, there was an enormous garden and beautiful, belonged to a giant. The garden was very beautiful with green grass and soft, beautiful flowers, and dozens of fruitful trees.

Every day, the children go to the park to play and listen to the birds chirp tunable from the trees.

Giant was away for 5 years to visit her family in another country. Now, he's back to his house, a very big house with a garden in front of him. Upon arrival at the park, he saw children playing there. Giant rebuked them..

"What are you doing here? Go! This park is mine! "Children are frightened ran from the park.

Not wanting anyone else to enjoy the beauty of the garden again, and then build a giant high walls surrounding the garden, and saw the words "The entered without permission will be punished!" Children lose the park. Occasionally they climbed up and peered through high walls, watching the garden and bitterly discuss the games they used to do there.

Day after day passed. The flowers in the garden was no longer blooming. The birds no longer sing and stopping fruiting trees. Grass and leaves that were once lush and green now dry and brown. Giants do not understand why his own garden becomes beautiful again.

One morning, the giant heard the music. Turns out it was the sound of birds chirping outside the window. Been a long time since the last time she heard the birds singing a beautiful way.

Giants closer to the window and listen to the birds chirp sadly. "What happened to my garden? I hope my garden can be beautiful as ever, with birds singing melodious like you. "Said the giant bird. The bird flew by the giant and said "your garden will not be the same without the presence of the children. Your garden miss the laughter and the sound of children happily. Trees, flowers, grass, and the birds we want the presence of the children who make this place full of joy again."

"Giants realized his mistake. During this time he was too selfish, and consequently he lived alone and feeling lonely. Giant also took a big hammer and destroy the walls of the garden. Removal of the installation of written warnings first, and called the children to play in the park. Initially the children are afraid. However, when they see the face of a giant who is now a friendly, they followed him to the park to play there. After all, the children also miss playing in the park.

Parks belong to the giant went back full of children playing happily. The flowers were blooming among the grass back green. The leaves and fruit trees meet, along with the birds singing with melodious.

Giant said to the kids, "Now, my garden is the garden of yours, too." Now giants not only have a beautiful garden, but he also has a lot of little friends are cheerful.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Dahulu kala, ada sebuah taman yang sangat luas dan cantik, milik seorang raksasa. Taman itu sangat indah dengan rumput yang hijau dan lembut, bunga-bunga yang cantik, dan puluhan pohon yang berbuah lebat.

Setiap siang, anak-anak masuk ke dalam taman itu untuk bermain dan mendengarkan burung-burung berkicau merdu dari pohon-pohon.

Raksasa sedang pergi selama 5 tahun mengunjungi keluarganya di negeri lain. Sekarang, dia kembali ke rumahnya, sebuah rumah yang sangat besar dengan taman di depannya. Saat tiba di taman, ia melihat anak-anak sedang bermain disana. Raksasa lalu memarahi mereka, “Apa yang kalian lakukan disini ? Pergi ! Ini taman milikku !” Anak-anak yang ketakutan berlari meninggalkan taman itu.

Karena tidak ingin ada orang lain yang ikut menikmati keindahan tamannya lagi, raksasa lalu membangun tembok yang tinggi mengelilingi taman itu, dan memandang tulisan “Yang masuk tanpa ijin akan dihukum!” Anak-anak kehilangan taman itu. Sesekali mereka memanjat dan melongok melewati tembok yang tinggi, memandangi taman itu dan dengan sedihnya membicarakan permainan-permainan yang dulu mereka lakukan disana.

Hari demi hari berlalu. Bunga-bunga di taman itu tidak lagi bermekaran. Burung-burung tidak lagi berkicau dan pohon-pohon berhenti berbuah. Rumput dan daun-daun yang dulunya subur dan hijau kini menjadi kering dan berwarna coklat. Raksasa tidak mengerti mengapa taman miliknya menjadi tidak indah lagi.

Pada suatu pagi, raksasa mendengar suara musik yang mengalun. Ternyata itu adalah suara kicauan burung di luar jendelanya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia mendengar kicauan burung yang indah seperti itu.

Raksasa mendekat ke jendela dan mendengarkan kicauan burung itu dengan sedih. “Apa yang terjadi dengan tamanku? Aku berharap tamanku bisa menjadi indah seperti dulu, dengan burung-burung yang berkicau merdu seperti kamu.” kata raksasa kepada burung itu. Burung itu terbang mendekati raksasa dan berkata “Tamanmu tidak akan sama lagi tanpa kehadiran anak-anak itu. Tamanmu merindukan gelak tawa dan suara anak-anak yang riang. Pohon, bunga-bunga, rumput, dan kami para burung menginginkan kehadiran anak-anak yang menjadikan tempat ini kembali penuh keceriaan.”

Raksasa menyadari kesalahannya. Selama ini ia terlalu egois, dan akibatnya ia hidup sendirian dan merasa kesepian. Raksasa pun mengambil palu besar dan menghancurkan tembok yang mengelilingi tamannya. Dibuangnya tulisan peringatan yang dipasangnya dulu, dan dipanggilnya anak-anak untuk bermain di taman. Awalnya anak-anak merasa takut. Akan tetapi ketika mereka melihat wajah raksasa yang sekarang menjadi ramah, mereka mengikutinya ke taman untuk bermain disana. Lagi pula, anak-anak itu juga rindu bermain di taman itu.

Taman milik raksasa itu pun kembali penuh dengan anak-anak yang bermain gembira. Bunga-bunga pun kembali bermekaran diantara rerumputan yang hijau. Daun-daun dan buah-buahan memenuhi pohon-pohon, beserta burung-burung yang berkicau dengan merdu.

Raksasa berkata kepada anak-anak, “Sekarang, tamanku adalah taman milik kalian juga.” Sekarang raksasa tidak hanya memiliki sebuah taman yang indah, tetapi ia juga memiliki banyak teman-teman kecil yang ceria.