** Translate **

99. Sigarlaki & Limbat - Minahasa, Sulawesi Utara

In antiquity in Tondano (Minahasa, North Sulawesi) there lived a mighty hunter named Sigarlaki. He is very famous for its expertise spear. None of the targets were missed his lanced.Sigarlaki have a very loyal servant named Limbat. Almost all of the work ordered by Sigarlaki done well by Limbat. Although well known as a powerful hunter, one day they were unable to obtain a tail game. The frustration finally peaked when Limbat reported to his employer that meat supplies in their homes have been lost stolen. 

Without thinking, the Sigarlaki directly accused the maid was stealing their meat supplies. The Limbat be very surprised. Never thought employers would bear accuse him of theft.

Then Sigarlaki asked Limbat to prove that he was not stealing. The trick is Sigarlaki will stick his spear into a pond. At the same time he sent Limbat diving. When the spear was first out of the pool means Limbat not steal. When The Limbat coming out of the pool first then proved that he stole.

Terms of weird that makes The Limbat fear. But then he was willing to prove himself clean. Then he dived Sigarlaki plugging along with his spear.


Just stick the spear, suddenly Sigarlaki saw a wild pig drinking at a pool. He immediately raised his spear and threw it toward the boar. But the lanced had escaped. The Sigarlaki thus should have lost to Limbat. But he asked that the evidence was repeated again.

With a heavy heart Limbat finally follow orders his employer. Just stick the spear in the pool, suddenly Sigarlaki leg was bitten by a large crab. And he cried out in pain and unintentionally raised his spear. Thus finally Limbat wins. He was able to prove he did not steal. While Sigarlaki because of indiscriminate accused, suspended bitten big crab.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Pada jaman dahulu di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Ia sangat terkenal dengan keahliannya menombak. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya.
Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Meskipun terkenal sebagai pemburu yang handal, pada suatu hari mereka tidak berhasil memperoleh satu ekor binatang buruan. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah hilang dicuri orang.

Tanpa pikir panjang, Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka. Limbat menjadi sangat terkejut. Tidak pernah diduga majikannya akan tega menuduh dirinya sebagai pencuri.

Lalu Sigarlaki meminta Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Caranya adalah Sigarlaki akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Bersamaan dengan itu Limbat disuruhnya menyelam. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Limbat tidak mencuri. Apabila Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu maka terbukti ia yang mencuri.

Syarat yang aneh itu membuat Limbat ketakutan. Tetapi bagaimanapun juga ia berkehendak untuk membuktikan dirinya bersih. Lalu ia pun menyelam bersamaan dengan Sigarlaki menancapkan tombaknya.

Baru saja menancapkan tombaknya, tiba-tiba Sigarlaki melihat ada seekor babi hutan minum di kolam. Dengan segera ia mengangkat tombaknya dan dilemparkannya ke arah babi hutan itu. Tetapi tombakan itu luput. Dengan demikian seharusnya Sigarlaki sudah kalah dengan Limbat. Tetapi ia meminta agar pembuktian itu diulang lagi.

Dengan berat hati Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Baru saja menancapkan tombaknya di kolam, tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Iapun menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Dengan demikian akhirnya Limbat yang menang. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri. Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting besar.