95. Putri Tidur - Brothers Grimm

In ancient times, there lived a king and queen who had no children. This problem makes the King and Queen is very sad. But one day, when the Queen walked by the river, a little fish lifted its head out of the water and said," What do you want to be fulfilled, and you will soon have a daughter."

It turns out what the little fish predicted soon become a reality, and the Queen gave birth to a little girl who is very beautiful that the king could not contain his excitement and held a massive feast. He then invited all the relatives, friends and the entire population his kingdom. All existing fairy his kingdom were also invited so that they can care for and give blessings to his daughter. In the kingdom there were thirteen fairies and the King only had twelve golden plates, so the king decided to invite only twelve fairies and do not invite the thirteenth fairy.

All guests and fairies have been present and after supper they give the best gifts to the little princess, a fairy gives people a favor, fairy others provide beauty, yet others provide wealth, and so did the other fairies are so small daughter it almost get all the best things in the world. When the fairy finished giving his blessing eleventh, thirteenth fairy who did not receive an invitation it became very angry and came and said," Princess in the age of fifteen will be pricked by a sewing needle and die." Then the twelfth fairy who has not given his blessing to his daughter, came forward and said that the curse was said by the thirteenth fairy will happen, but he can soften the curse, and said that the Princess will not die, but only fell asleep during hundred years.

King hopes that he can save his beloved daughter from the curse of the threat and ordered all the sewing needle in his palace should be taken out and destroyed. Meanwhile, all the blessings given by the fairies had materialized, the Princess became very beautiful, gracious, welcoming and discreet, until all the people love him.

Just at the age of fifteen, the King and Queen left the palace by chance, and the Princess was left alone in the palace. The Princess roamed the palace alone and see that there are rooms in the palace, until finally he went into the old tower which is a narrow staircase leading to the upper ends with a small door. On the door hangs a golden key, and when he opened the door, he saw an elderly woman was sewing with a sewing needle and looks very busy.

"O good mother," said the Princess," What are you doing here ?"

"Sewing and embroidery," said the old woman, then nodded his head.

"How beautiful your embroidery results !" said the Princess, and took a sewing needle and began to participate embroider. But he accidentally pricked by the needle and what is foreseen during his childhood, occurs, the Princess falls to the ground as if no longer alive.

As predicted that although the Princess will be pierced by a needle, the Princess will not die, it will just fall asleep. King and Queen who had just returned to the palace, and all the ministers also fell asleep, the horse in the stable, the dogs in the yard, dove on the roof and flies that were on the wall, all fell asleep. Even flame fire to a standstill, which is baked into a stiff meat, cook, who was pulling the hair of a child who do things that are less good, also fell asleep, all fast asleep and silent.

It quickly spiked wild plants growing around the palace and fence in the palace, and every year is getting thicker and thicker until finally all in place was surrounded by plants and become invisible again. Even the roofs and chimneys also can not be viewed because it has been covered by such plants. But the news about the beautiful princess asleep spread throughout the mainland so many children of King and Prince tried to come up and try to get into the palace. But they can never succeed because of thorns and plants that spread establish and trap them as if they were held by the hand, and finally they can not go forward anymore.

After years passed, the people who had parents tell a story about a princess who is very pretty, how thick thorn fence in the palace of the princess, and how beautiful palaces hidden in the thorns. He also told me what he had heard from his grandfather ago that many princes have tried to penetrate the thicket, but none ever succeeded.

Then a prince who heard the story said," All these stories will not scare me, I 'll go and see The Sleeping Beauty." Although the parents were told that the prince had been prevented to go, the prince still forced to go. Today, one hundred years have passed, and when the prince came to the thicket bordering the palace, all he saw was beautiful plants that can be passed through easily. Plants are closing back to the meeting when the prince has been through it. When the prince finally arrives at the palace, he saw a dog that is sleeping in the yard, as well as existing horse stables of the palace, and on the roof he saw a pigeon also fell asleep with his head under his wing. When he entered the palace, he saw a fly on the wall of the palace was asleep, and the cook was still holding the child's hair is visible wince in sleep, as if the cook wants to beat the child.

When he entered more into, everything was so quiet that he could hear the sound of his own breathing. Until he arrived at the old tower and opened the door where Sleeping Beauty is located. Sleeping Beauty looks so beautiful that the prince can not detach his eyes from the Princess. The Prince then knelt and kissed the Princess. That's when the Princess opened her eyes and awoke, smiled at the Prince as the thirteenth fairy 's curse has been broken. They both went out of the tower and when the King and Queen have also woken up including all the ministers looked at each other in amazement. The horses palace awoke and braying, dogs are also jumping up and barking, the pigeons on the roof pull out his head from under her wings, looked around and then fly to the sky, fly on the wall which flew straight back. Fire back lit kitchen, a cook who had been holding the hair of a boy and wanted to punish him to continue his sentence by turning the ear of the child until the child is crying.

Finally, the King and Queen held a wedding party for the Princess and Prince ended with happiness throughout their lives.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Di jaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja dan Ratu yang tidak memiliki anak. Masalah ini membuat Raja dan Ratu sangatlah sedih. Tetapi di suatu hari, ketika sang Ratu berjalan di tepi sungai, seekor ikan kecil mengangkat kepalanya keluar dari air dan berkata, "Apa yang kamu inginkan akan terpenuhi, dan kamu akan segera mempunyai seorang putri."
Ternyata apa yang ikan kecil tersebut ramalkan segera menjadi kenyataan, dan sang Ratu melahirkan seorang gadis kecil yang sangat cantik sehingga sang Raja tidak dapat menahan kegembiraannya dan mengadakan perjamuan besar-besaran. Dia lalu mengundang semua sanak keluarga, teman dan seluruh penduduk dikerajaannya. Semua peri yang ada dikerajaannya juga turut diundang agar mereka dapat ikut menjaga dan memberikan berkah kepada putri kecilnya. Di kerajaannya terdapat tiga belas orang peri dan sang Raja hanya memiliki dua belas piring emas, sehingga Raja tersebut memutuskan untuk mengundang dua belas orang peri saja dan tidak mengundang peri yang ketiga belas.

Semua tamu dan peri telah hadir dan setelah perjamuan mereka memberikan hadiah-hadiah terbaiknya untuk putri kecil itu, satu orang peri memberikan kebaikan, peri yang lainnya memberikan kecantikan, yang lainnya lagi memberikan kekayaan, dan begitu pula dengan peri-peri yang lainnya sehingga putri kecil itu hampir mendapatkan semua hal-hal yang terbaik yang ada di dunia. Ketika peri yang kesebelas selesai memberikan berkahnya, peri ketiga belas yang tidak mendapat undangan itu menjadi sangat marah dan datang sambil berkata, "Putri Raja dalam usianya yang kelima belas akan tertusuk oleh jarum jahit dan meninggal." Kemudian peri yang kedua belas yang belum memberikan berkahnya kepada sang Putri, maju kedepan dan berkata bahwa kutukan yang dikatakan oleh peri ketiga belas tersebut akan terjadi, tetapi dia dapat memperlunak kutukan itu, dan berkata bahwa sang Putri tidak akan meninggal, tetapi hanya jatuh tertidur selama seratus tahun.

Raja berharap agar dia dapat menyelamatkan putri kesayangannya dari ancaman kutukan itu dan memerintahkan semua jarum jahit di istananya harus di bawa keluar dan dimusnahkan. Sementara itu, semua berkah yang diberikan oleh peri-peri tadi terwujud, sang Putri menjadi sangat cantik, baik budi, ramah-tamah dan bijaksana, hingga semua orang mencintainya.

Tepat pada usianya yang kelima belas, Raja dan Ratu kebetulan meninggalkan istana, dan sang Putri ditinggalkan sendiri di istana. Sang Putri menjelajah di istana sendirian dan melihat kamar-kamar yang ada pada istana itu, hingga akhirnya dia masuk ke satu menara tua dimana terletak satu tangga sempit menuju ke atas yang berakhir dengan satu pintu kecil. Pada pintu tersebut tergantung sebuah kunci emas, dan ketika dia membuka pintu tersebut, dilihatnya seorang wanita tua sedang menjahit dengan jarum jahit dan kelihatan sangat sibuk.

"Hai ibu yang baik," kata sang Putri, "Apa yang kamu lakukan disini?"
"Menjahit dan menyulam," kata wanita tua itu, kemudian menganggukkan kepalanya.
"Betapa cantiknya hasil sulaman mu!" kata sang Putri, dan mengambil jarum jahit dan mulai ikut menyulam. Tetapi secara tidak sengaja dia tertusuk oleh jarum tersebut dan apa yang diramalkan sewaktu dia masih kecil, terjadi, sang Putri jatuh ke tanah seolah-olah tidak bernyawa lagi.

Seperti yang diramalkan bahwa walaupun sang Putri akan tertusuk oleh jarum jahit, sang Putri tidak akan meninggal, melainkan hanya akan tertidur pulas. Raja dan Ratu yang baru saja pulang ke istana, beserta semua menteri juga jatuh tertidur, kuda di kandang, anjing di halaman, burung merpati di atas atap dan lalat yang berada di dinding, semuanya jatuh tertidur. Bahkan api yang menyalapun menjadi terhenti, daging yang dipanggang menjadi kaku, tukang masak, yang saat itu sedang menarik rambut seorang anak kecil yang melakukan hal-hal yang kurang baik, juga jatuh tertidur, semuanya tertidur pulas dan diam.

Dengan cepat tanaman-tanaman liar berduri di sekitar istana tumbuh dan memagari istana, dan setiap tahun bertambah tebal dan tebal hingga akhirnya semua tempat di telah dikelilingi oleh tanaman tersebut dan menjadi tidak kelihatan lagi. Bahkan atap dan cerobong asap juga sudah tidak dapat dilihat karena telah tertutup oleh tanaman tersebut. Tetapi kabar tentang putri cantik yang tertidur menyebar ke seluruh daratan sehingga banyak anak-anak Raja dan Pangeran mencoba untuk datang dan berusaha untuk masuk ke dalam istana itu. Tetapi mereka tidak pernah dapat berhasil karena duri dan tanaman yang terhampar menjalin dan menjerat mereka seolah-olah mereka dipegang oleh tangan, dan akhirnya mereka tidak dapat maju lagi.

Setelah bertahun-tahun berlalu, orang-orang yang telah tua menceritakan cerita tentang seorang putri raja yang sangat cantik, betapa tebalnya duri yang memagari istana putri tersebut, dan betapa indahnya istana yang terselubung dalam duri itu. Dia juga menceritakan apa yang didengarnya dari kakeknya dahulu bahwa banyak pangeran telah mencoba untuk menembus semak belukar tersebut, tetapi semuanya tidak pernah ada yang berhasil.

Kemudian seorang pangeran yang mendengar ceritanya berkata, "Semua cerita ini tidak akan menakutkan saya, Saya akan pergi dan melihat Putri Tidur tersebut." Walaupun orang tua yang bercerita tadi telah mencegah pangeran itu untuk pergi, pangeran tersebut tetap memaksa untuk pergi. Saat ini, seratus tahun telah berlalu, dan ketika pangeran tersebut datang ke semak belukar yang memagari istana, yang dilihatnya hanyalah tanaman-tanaman yang indah yang dapat dilaluinya dengan mudah. Tanaman tersebut menutup kembali dengan rapat ketika pangeran tersebut telah melaluinya. Ketika pangeran tersebut akhirnya tiba di istana, dilihatnya anjing yang ada di halaman sedang tertidur, begitu juga kuda yang ada di kandang istana, dan di atap dilihatnya burung merpati yang juga tertidur dengan kepala dibawah sayapnya. Ketika dia masuk ke istana, dia melihat lalat tertidur di dinding istana, dan tukang masak masih memegang rambut anak yang kelihatan meringis dalam tidur, seolah-olah tukang masak itu ingin memukuli anak tersebut.
Ketika dia masuk lebih kedalam, semuanya terasa begitu sunyi sehingga dia bisa mendengar suara nafasnya sendiri. Hingga dia tiba di menara tua dan membuka pintu dimana Putri Tidur tersebut berada. Putri Tidur terlihat begitu cantik sehingga sang Pangeran tidak dapat melepaskan matanya dari sang Putri. Sang Pangeran lalu berlutut dan mencium sang Putri. Saat itulah sang Putri membuka matanya dan terbangun, tersenyum kepada sang Pangeran karena kutukan sang peri ketiga belas telah patah. Mereka berdua lalu keluar dari menara tersebut dan saat itu Raja dan Ratu juga telah terbangun termasuk semua menterinya yang saling memandang dengan takjub. Kuda-kuda istana pun terbangun dan meringkik, anjing-anjing juga melompat bangun dan menggonggong, burung-burung merpati di atap mengeluarkan kepalanya dari bawah sayapnya, melihat sekeliling lalu terbang ke langit, lalat yang didinding langsung beterbangan kembali. Api didapur kembali menyala, tukang masak yang tadinya memegang rambut seorang anak laki-laki dan ingin menghukumnya melanjutkan hukumannya dengan memutar telinga anak tersebut hingga anak tersebut menangis.

Akhirnya Raja dan Ratu mengadakan pesta pernikahan untuk sang Putri dan Pangeran yang berakhir dengan kebahagiaan sepanjang hidup mereka.