** Translate **

84. Asal Mula Danau Lipan - The Origin of Danau Lipan - Kalimantan Timur

Once upon a time in the days of yore, the city of Muara Kaman and the surrounding area is a vast ocean views. The water is clear blue. Assorted fish live in it. One area that is on the seafront it is Berubus, Kampung Muara Kaman Ulu, or known by the name of the Continent Lawas.

At that time, stands a kingdom of peace and prosperity. Peace kingdom was seen in the daily life of its people. They live each other mutual assistance and brotherly. Crime is not rampant, as any perpetrators have been punished heavily. Meanwhile, prosperity seen in the presence of a well called Afford Water Wells. It is said that the well water was never dry and a source of livelihood for the people of the kingdom. 

Great empire is led by a woman named Princess Aji Bedarah Putih. She was named so because the skin is very white. If the Princess chewing betel nut and swallowing junk water, it appears that the red betel water flowing through the throat. Another feature that is owned Princess Aji Bedarah Putih is the pretty face beautiful, gracious and personal appearance, and wise too. Facial beauty and subtlety of mind and character that made her famous to the whole country, even to different countries. So it's not surprising that many kings, princes and nobles who come ask for her hand. Proposal after proposal to keep coming to her bath water Mahakam river that never stops flowing. However, not a single proposal she received.

Hearing the news, the King of China was curious to find out what features of Princess Aji, so she dared to reject the proposal of the people who came to him. One day, the king departed China with his hosts with junk (ship) toward the Continent Lawas. They carry antiques of gold, and the famous Chinese ceramics expensive. All of that will be offered as a gift to Princess Aji Bedarah proposal.

Arriving at the port of Muara Kaman country, the King of China's Daughter Aji Bedarah was greeted by a friendly white. Meals are served as a tribute. Various typical kingdom was staged entertainment. To know the habits of the King of China, the Princess took the time dining with the King of China. Unfortunately, the King of China did not realize that he was being tested by the Princess were clever and wise.

Eating in the middle of the meal, the Princess was disgusted to see how dining guests. King Chinese meal with a sip, without using hands but directly to the mouth. The Princess was offended and felt disrespected.

Finish the meal, King China immediately expressed courtship. However, courtship rejected by the Princess "Forgive me, Oh King of China. How contemptible a royal princess destined to humans who eat sip like animals, "said Princess Aji Bedarah Putih refused. Hearing rejection, King of China is very angry. Without thinking, the King of China back to his jung. Then, he ordered his troops to attack the kingdom of Princess. Fierce war ensued between Chinese troops against the forces of Princess Aji Bedarah Putih. Both forces are trying to defend the honor of their king.

King of Chinese troops is very tough, so armies Princess Aji Putih Bedarah overwhelmed withstand attacks. Force the Princess had caused many deaths and injuries. The Princess was very sad and confused. She tried to find a way to defeat the King of China. Very old daughter thought and thought. However, she has not yet found a good way.

The Princess was almost desperate. She then prayed for the protection of Almighty God. Finished praying, Princess soon betel nut as she says, "If I am a descendant of the king is sacred, so make it junk be centipedes, millipedes can beat the Chinese king and all his hosts."

Finished saying this, his sprayed junk out of his mouth towards the middle of raging battle it. Upon the powers of God Almighty, in a trice junk (lees) betel the Princess turned into a thousand centipedes big ones. Then, with his ruthless, centipedes, millipedes are more than one meter in length attacked Chinese forces raging king. The Princess was very happy to see the King of Chinese troops ran helter-skelter towards his jung. Although they've got junk, centipedes, millipedes are still pursuing them, having been commanded by the Princess to defeat the King of China and his hosts. Several giant centipede tail continued to chase up into the air, then turned King Chinese junks. Jung was drowned along with all the passengers and everything in it.

After the King of China and the rest of his soldiers killed, Princess Aji Bedarah Putih magic was lost. Along with the disappearance of princess, disappeared also the Brave Water Wells. Sea King Chinese junks place later sank into a shallow desert land in the form of vast overgrown bushes and shrubbery. Later, local people call it by the name of Lake Centipede.


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Alkisah pada zaman dahulu kala, kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan luas yang indah. Airnya jernih membiru. Aneka ikan hidup di dalamnya. Salah satu daerah yang berada di pinggir laut itu adalah Berubus, Kampung Muara Kaman Ulu, atau yang dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu, berdiri sebuah kerajaan yang damai dan makmur. Kedamaian kerajaan itu terlihat pada kehidupan sehari-hari rakyatnya. Mereka hidup saling tolong-menolong dan bersaudara. Kejahatan tidak merajalela, karena setiap pelaku kejahatan selalu dihukum berat. Sementara, kemakmurannya terlihat dengan adanya sebuah sumur yang disebut Sumur Air Berani. Konon, air sumur itu tidak pernah kering dan menjadi sumber penghidupan bagi penduduk kerajaan. 

Kerajaan besar itu dipimpin oleh seorang putri yang bernama Putri Aji Bedarah Putih. Dia diberi nama demikian karena kulitnya sangat putih. Jika sang Putri makan sirih dan menelan air sepahnya, tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya. Keistimewaan lain yang dimiliki Putri Aji Bedarah Putih adalah wajahnya nan cantik jelita, anggun pribadi dan penampilannya, dan bijaksana pula. Kecantikan wajah dan kehalusan budi pekertinya itu membuat ia terkenal sampai ke seluruh negeri, bahkan sampai ke berbagai negara. Maka, tidaklah mengherankan jika banyak raja, pangeran dan bangsawan yang datang meminangnya. Pinangan demi pinangan terus datang kepadanya bak air Sungai Mahakam yang tak pernah berhenti mengalir. Namun, belum satu pun pinangan yang ia terima. 

Mendengar berita itu, Raja Cina penasaran ingin mengetahui apa keistimewaan Putri Aji, sehingga ia berani menolak pinangan orang-orang yang datang kepadanya. Pada suatu hari, berangkatlah Raja Cina beserta balatentaranya dengan jung (kapal) besar menuju Benua Lawas. Mereka membawa barang-barang antik dari emas, dan keramik Cina yang terkenal mahal. Semua itu akan dipersembahkan sebagai hadiah pinangan untuk Putri Aji Bedarah. 

Sesampainya di pelabuhan negeri Muara Kaman, Raja Cina disambut oleh Putri Aji Bedarah Putih dengan ramah. Aneka makanan dihidangkan sebagai penghormatan. Berbagai hiburan khas kerajaan pun dipergelarkan. Untuk mengetahui kebiasaan Raja Cina, sang Putri meluangkan waktu bersantap dengan Raja Cina. Sayang, Raja Cina tidak menyadari bahwa dia tengah diuji oleh sang Putri yang pandai dan bijaksana itu. Tengah makan dalam jamuan itu, sang Putri merasa jijik melihat cara bersantap tamunya. Raja Cina itu makan dengan menyesap, tanpa menggunakan tangan melainkan langsung dengan mulut. Sang Putri merasa tersinggung dan merasa dirinya tidak dihormati. 

Selesai jamuan makan, Raja Cina segera menyampaikan pinangannya. Namun, pinangannya ditolak oleh sang Putri. “Maafkan daku, hai Raja Cina. Betapa hinanya seorang putri kerajaan berjodoh dengan manusia yang makannya menyesap seperti binatang," ucap Putri Aji Bedarah Putih menolak. Mendengar penolakan itu, Raja Cina sangat marah. Tanpa berpikir panjang, Raja Cina kembali ke jungnya. Lalu, ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan sang Putri. Perang sengit pun terjadi antara pasukan Cina melawan pasukan Putri Aji Bedarah Putih. Kedua pasukan tersebut berusaha membela kehormatan rajanya masing-masing. 

Pasukan Raja Cina sangatlah tangguh, sehingga balatentara Putri Aji Bedarah Putih kewalahan menahan serangannya. Pasukan sang Putri pun banyak yang gugur dan terluka. Sang Putri sangat sedih dan kebingungan. Ia berusaha mencari cara untuk mengalahkan Raja Cina. Sangat lama Putri berpikir dan tercenung. Namun, ia belum juga menemukan cara yang baik. Sang Putri hampir putus asa. Ia kemudian berdoa memohon perlindungan dari Tuhan Yang Mahakuasa. Selesai berdoa, Putri segera makan sirih seraya berucap, "Kalau benar aku ini keturunan raja sakti, maka jadikanlah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat mengalahkan Raja Cina beserta seluruh balatentaranya." 

Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah arena pertempuran yang tengah berkecamuk itu. Atas kekuasaaan Tuhan Yang Mahakuasa, dalam sekejap mata sepah (ampas) sirih sang Putri berubah menjadi beribu-ribu lipan yang besar-besar. Lalu, dengan bengisnya, lipan-lipan yang panjangnya lebih dari satu meter tersebut menyerang pasukan Raja Cina yang sedang mengamuk. Sang Putri sangat gembira menyaksikan pasukan Raja Cina lari tunggang-langgang menuju jungnya. Meskipun mereka telah sampai di jung, lipan-lipan tersebut tetap mengejar mereka, karena telah dititahkan oleh sang Putri untuk mengalahkan Raja Cina dan balatentaranya. Beberapa ekor lipan raksasa terus mengejar sampai ke dalam air, lalu membalikkan jung Raja Cina. Tenggelamlah jung tersebut beserta seluruh penumpangnya dan segala isinya. 

Setelah Raja Cina dan seluruh balatentaranya tewas, Putri Aji Bedarah Putih pun hilang secara gaib. Bersamaan dengan lenyapnya sang Putri, lenyap pulalah Sumur Air Berani. Laut tempat jung Raja Cina tenggelam kemudian mendangkal menjadi suatu daratan berupa padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu. Kemudian, masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Danau Lipan.