** Translate **

40. Layar Terkembang - Sutan Takdir Alisjahbana

Raden Wiriatmadja memiliki dua orang anak perempuan yang berbeda karakter. Sang kakak bernama Tuti lebih pendiam dalam pembawaan sehari-hari. Hobinya membaca buku dan aktif dalam kegiatan organisasi. Sedangkan adiknya lebih lincah dan supel bergaul bernama Maria.

Suatu hari, Tuti dan Maria berkenalan dengan seorang mahasiswa Kedokteran bernama Yusuf di Pasar Ikan. Yusuf adalah anak seorang Demang di Martapura, Sumatera Selatan. Ternyata, pemuda ini menjadi tambatan hati keduanya. Namun dengan segala pesonanya, Marialah yang berhasil merebut hati Yusuf. Hubungan keduanya pun semakin dekat, sehingga Yusuf meminta Maria menjadi kekasihnya.

Sang kakak, Tuti menyibukkan diri dengan aktif di organisasi. Ia bahkan menjadi wakil organisasi untuk berpidato tentang kemajuan perempuan dalam sebuah kongres.  

Hubungan Yusuf dan Maria diikat melalui pertunangan. Namun, saat akan menikah, penyakit TBC yang diderita Maria semakin parah sehingga ia harus dirawat di sanatorium di pedesaan. Sebelum meninggal, Maria berpesan agar Tuti mau menikah dengan Yusuf.

Judul : Layar Terkembang
Pengarang : Sutan Takdir Alisjahbana
Lahir : Natal, Sumatera Utara, Indonesia,11.02.1908
Wafat : 17.07.1994




Riwayat Pengarang :

Sutan Takdir Alisjahbana (STA) menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987). Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.
  • Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).