Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia.... Anak Indonesia....

20. Cindelaras - Jawa Timur

Cindelaras was the son of Raden Putra consort who was born in the woods . His mother was banished to the forest because it is accused of poisoning wife's consort both the Raden. He grew into a handsome young man and is very familiar with the forest animals.

One day, while playing, a bird eagle dropped an egg near Cindelaras. He brought it home and store eggs until they hatch. The chicks nursed properly so that it becomes a solid cock and strong.

One day, there are oddities. It resembles a rooster sound of the human voice. " Kukuruyuuuk .., lord Cindelaras, his home amid the jungle, coconut leaf roof, his father Raden Putra."

Cindelaras surprised by the sound of the cock crowing. He was conveyed to his mother. His mother tells their origin and why they live in the forest.

Cindelaras permission to his mother to go to the Palace and charges are not properly unload it. With his mother 's blessing, he set out to bring rooster.

On the way, Cindelaras passing many places and many people are asking pitted his rooster. His rooster always win.

The greatness of rooster's Cindelaras heard Raden Putra. He also asked the district chief to call Cindelaras to the Palace. Politely, Cindelaras facing to the King. Raden Putra carefully pay attention to this child and the child was not a child at random. The King wanted to call Cindelaras with his rooster. Cindelaras filed condition. He dared any penalized if you lose, but if he wins, he asked for half the wealth palace.

Raden Putra agree. In the presence of the people, these two roosters fight with stout. In just a few minutes, the rooster Raden Putra defeated belonging Cindelaras.
Raden Putra accept defeat, " I admitted defeat man... and I will keep my promise, but, please tell me who are you ?"

Cindelaras bent down and whispered something to rooster. Not long, the rooster crowed.

" Kukuruyuuuk.., lord Cindelaras, his home amid the jungle, coconut leaf roof, his father Raden Putra."

Raden Putra was surprised," Is it true ?"

Suddenly, Commander once helped Mrs. King tells Cindelaras false accusations against the second wife Empress. He also recalled that the Empress was still alive.

Raden Putra was very apologetic and promised to give punishment to those who accuse the Empress.

Then, he went into the woods to pick up and bring it back to consort with Cindelaras Palace.

Families were reunited. When Raden Putra died, succeeded his father led Cindelaras Jenggala kingdom justly and wisely.
Although :: Hidden, Deeds Poor Will Also Revealed A moment ::


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Cindelaras adalah anak dari permaisuri Raden Putra yang lahir di hutan. Ibunya dibuang ke hutan karena permaisuri itu dituduh meracuni istri kedua Sang Raden. Anak ini tumbuh menjadi pemuda tampan dan sangat akrab dengan binatang-binatang hutan.

Pada suatu hari, ketika sedang bermain, seekor burung Rajawali menjatuhkan sebutir telur didekat Cindelaras. Pemuda ini membawa telur itu pulang dan menyimpannya sampai menetas. Anak ayam tersebut dirawatnya dengan baik sehingga menjadi ayam jantan yang kokoh dan kuat. Suatu hari, ada keanehan. Bunyi kokok ayam itu menyerupai suara manusia. “Kukuruyuuuk.., Tuanku Cindelaras, rumahnya ditengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra.”

Cindelaras terkejut dengan bunyi kokok ayam tersebut. Hal ini disampaikannya kepada ibunya. Ibunya menceritakan asal usul mereka dan mengapa mereka tinggal di hutan.

Cindelaras minta izin kepada ibunya untuk berangkat ke Istana dan membongkar tuduhan yang tak benar itu. Dengan restu ibunya, ia berangkat dengan membawa aya jantannya.

Dalam perjalanan, Cindelaras melewati banyak tempat dan banyak orang yang memintanya mengadu aya jantannya. Ayam Cindelaras selalu menang.

Kehebatan ayam Cindelaras sampai ketelinga Raden Putra. Ia pun meminta hulu balang memanggil Cindelaras ke Istana. Dengan santun, Cindelaras menghadap kepada Raja. Raden Putra memperhatikan anak ini dengan seksama dan merasa anak itu bukan anak sembarangan. Sang Raja ingin mengadu ayam Cindelaras dengan ayamnya. Pemuda itu mengajukan syarat. Ia berani dihukum apapun jika kalah, tetapi jika ia menang, ia meminta setengah kekayaan Istana.

Raden Putra setuju. Dengan disaksikan oleh rakyat, dua ekor ayam ini bertarung dengan gagahnya. Hanya dalam waktu beberapa menit, ayam Raden Putra dikalahkan oleh ayam milik Cindelaras.

Raden Putra menerima kekalahannya, “Aku mengaku kalah anak muda... dan aku akan menepati janjiku. Tetapi, tolong katakan padaku siapakah kau sebenarnya?”

Cindelaras membungkuk dan membisikkan sesuatu kepada ayamnya. Tak berapa lama, ayam jantannya berkokok.

“Kukuruyuuuk.., Tuanku Cindelaras, rumahnya ditengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra.”

Raden Putra terkejut, “Apakah itu benar?”

Tiba-tiba, Patih Raja yang dulu menolong Ibu Cindelaras menceritakan tuduhan palsu sang istri kedua terhadap Sang Permaisuri. Ia juga menceritakan bahwa Permaisuri masih hidup.

Raden Putra merasa sangat sangat menyesal dan berjanji memberi hukuman kepada orang yang menuduh Permaisuri. Lalu, ia pergi ke hutan menjemput Permaisuri dan membawanya kembali ke Istana bersama Cindelaras.

Keluarga ini berkumpul kembali. Ketika Raden Putra wafat, Cindelaras menggantikan ayahnya memimpin Kerajaan Jenggala dengan adil dan bijaksana.



:: Meskipun Disembunyikan, Perbuatan Buruk Akan Terungkap Juga Suatu Saat ::